Cara Efekti Menyembuhkan Anemia Secara Alami

Post date:

Author:

Category:

Gejala anemia defisiensi besi terkadang bisa tidak terdeteksi karena sangat ringan. Gejala yang muncul tergantung pada tingkat keparahan anemia yang diderita. Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering terjadi akibat anemia defisiensi besi.

Mudah lelah, Mudah tersinggung, Nafsu makan yang menurun. Terutama jika kondisi ini terjadi pada bayi atau anak-anak, Kurang berenergi, Sesak napas, Muka pucat, Sulit berkonsentrasi atau berpikir, Pusing dan sakit kepala, Selera makan hilang, Kaki dan tangan terus terasa dingin.

Merasa kesemutan pada kaki, Lidah membengkak atau terasa sakit, Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena infeksi, Sakit pada dada, Kuku menjadi rapuh atau gampang patah, Rambut yang mudah patah atau rontok, Palpitasi atau sensasi jantung berdebar.

Penyebab Anemia

Anemia terjadi pada saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengandung hemoglobin. Terdapat sekitar 400 kondisi yang dapat menyebabkan anemia pada seseorang dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah.
  • Terjadi perdarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk memproduksi darah.
  • Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Anemia

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya anemia pada diri seseorang adalah:

  • Kekurangan vitamin dan zat besi. Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang rendah vitamin B12, asam folat, dan zat besi dapat meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Gangguan pencernaan pada usus. Beberapa penyakit seperti penyakit Crohn dan penyakit celiac dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Menstruasi. Umumnya wanita yang masih mengalami menstruasi memiliki risiko terkena anemia lebih besar dibandingkan dengan wanita yang sudah menopause atau pria. Hal tersebut disebabkan oleh kehilangan darah pada saat terjadinya menstruasi.
  • Mengandung. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat dalam jumlah cukup memiliki risiko terkena anemia yang lebih tinggi.
  • Penyakit kronis. Jika seseorang menderita kanker, gagal ginjal, atau penyakit kronis lainnya, maka risiko terkena anemia akan meningkat akibat kekurangan sel darah merah. Luka pada organ dalam yang diiringi perdarahan juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia akibat kekurangan zat besi.
  • Riwayat anemia di keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat anemia bawaan, memiliki risiko tinggi untuk terkena kondisi yang sama. Umumnya anemia yang diwariskan adalah anemia sel sabit (sickle cell anemia).
  • Usia. Penambahan usia akan meningkatkan risiko seseorang terkena anemia. Anemia karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat lebih umum terjadi pada lansia di atas 75 tahun.
  • Faktor lain, seperti infeksi, kelainan darah, penyakit autoimun, kecanduan alkohol, terkena zat kimia beracun, dan efek samping dari obat dapat meningkatkan risiko anemia pada seseorang.

A

FOLLOW

6,584FansSuka
2,370PengikutMengikuti
5PengikutMengikuti

INSTAGRAM

Related Posts

Lebih